Skip to content

Melawan Lupa - Ki Hajar Dewantara: Berjuang dengan Akal Budi

By METRO TV · more summaries from this channel

21 min video·id··3877 views

Summary

Ki Hajar Dewantara, lahir sebagai Raden Mas Suwardi Suryaningrat, adalah seorang tokoh pendidikan Indonesia yang mendirikan Taman Siswa sebagai alat perjuangan kemerdekaan dan memajukan pendidikan yang memerdekakan rakyat.

Key Points

  • Ki Hajar Dewantara, yang memiliki nama asli Raden Mas Suwardi Suryaningrat, lahir di Yogyakarta pada 2 Mei 1889 dari keluarga bangsawan. 
  • Sejak kecil, Suwardi sudah menunjukkan kepedulian terhadap kesetaraan pendidikan, terinspirasi oleh ketidakadilan yang ia lihat pada teman-temannya. 
  • Setelah sempat kuliah kedokteran namun terhenti karena sakit dan pencabutan beasiswa yang diduga bermotif politis, Suwardi beralih menjadi wartawan untuk menyuarakan kritik terhadap penjajah. 
  • Bersama sahabatnya, ia mendirikan partai politik pertama yang berhaluan nasionalis, yaitu Indische Partij, dengan tujuan utama kemerdekaan Indonesia. 
  • Tulisan kritisnya yang berjudul 'Seandainya Aku Seorang Belanda' memicu kemarahan pemerintah kolonial Belanda yang berujung pada hukuman pembuangan ke Pulau Bangka. 
  • Selama masa pembuangan di Belanda, Suwardi merumuskan konsep pendidikan yang berpusat pada anak ('berhamba kepada sang anak') yang kemudian menjadi dasar filosofi sistem Among. 
  • Pada tahun 1922, ia mendirikan Perguruan Nasional Taman Siswa yang memadukan pendidikan gaya Eropa dengan ideologi kebangsaan, kerakyatan, dan kebudayaan nasional. 
  • Pada usia 40 tahun, Suwardi mengganti namanya menjadi Ki Hajar Dewantara untuk melepaskan gelar bangsawan dan membaur dengan rakyat. 
  • Ki Hajar Dewantara dengan gigih menentang peraturan sekolah liar (Wildes Scholen Ordonantie) yang dikeluarkan pemerintah kolonial Belanda, yang akhirnya dicabut karena mendapat dukungan luas. 
  • Setelah proklamasi kemerdekaan, Ki Hajar Dewantara diangkat menjadi Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan pertama Republik Indonesia, namun mengundurkan diri untuk menghindari rangkap jabatan. 
Copy All
Share Link
Share as image
Melawan Lupa - Ki Hajar Dewantara: Berjuang dengan Akal Budi

Melawan Lupa - Ki Hajar Dewantara: Berjuang dengan Akal Budi

Ki Hajar Dewantara, lahir sebagai Raden Mas Suwardi Suryaningrat, adalah seorang tokoh pendidikan Indonesia yang mendirikan Taman Siswa sebagai alat perjuangan kemerdekaan dan memajukan pendidikan yang memerdekakan rakyat.

Key Points

Ki Hajar Dewantara, yang memiliki nama asli Raden Mas Suwardi Suryaningrat, lahir di Yogyakarta pada 2 Mei 1889 dari keluarga bangsawan.
Sejak kecil, Suwardi sudah menunjukkan kepedulian terhadap kesetaraan pendidikan, terinspirasi oleh ketidakadilan yang ia lihat pada teman-temannya.
Setelah sempat kuliah kedokteran namun terhenti karena sakit dan pencabutan beasiswa yang diduga bermotif politis, Suwardi beralih menjadi wartawan untuk menyuarakan kritik terhadap penjajah.
Bersama sahabatnya, ia mendirikan partai politik pertama yang berhaluan nasionalis, yaitu Indische Partij, dengan tujuan utama kemerdekaan Indonesia.
Tulisan kritisnya yang berjudul 'Seandainya Aku Seorang Belanda' memicu kemarahan pemerintah kolonial Belanda yang berujung pada hukuman pembuangan ke Pulau Bangka.
Selama masa pembuangan di Belanda, Suwardi merumuskan konsep pendidikan yang berpusat pada anak ('berhamba kepada sang anak') yang kemudian menjadi dasar filosofi sistem Among.
Pada tahun 1922, ia mendirikan Perguruan Nasional Taman Siswa yang memadukan pendidikan gaya Eropa dengan ideologi kebangsaan, kerakyatan, dan kebudayaan nasional.
Pada usia 40 tahun, Suwardi mengganti namanya menjadi Ki Hajar Dewantara untuk melepaskan gelar bangsawan dan membaur dengan rakyat.
Ki Hajar Dewantara dengan gigih menentang peraturan sekolah liar (Wildes Scholen Ordonantie) yang dikeluarkan pemerintah kolonial Belanda, yang akhirnya dicabut karena mendapat dukungan luas.
Setelah proklamasi kemerdekaan, Ki Hajar Dewantara diangkat menjadi Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan pertama Republik Indonesia, namun mengundurkan diri untuk menghindari rangkap jabatan.
Summarize any YouTube video
Summarizer.tube
Bookmark

More Resources

Get key points from any YouTube video in seconds

More Summaries