Skip to content

EYD V BAGIAN 1

By Balai Bahasa Papua

6 mnt video·id··1490 views

Ini ringkasan yang dibuat AI dari EYD V BAGIAN 1 — video YouTube berdurasi 6 mnt dari Balai Bahasa Papua, diunggah 17 Oktober 2022. Transkrip lengkap dipadatkan menjadi 9 poin utama dengan tautan waktu.

Ringkasan

Video ini menjelaskan tentang perubahan nama dari PUEBI kembali menjadi EYD, khususnya EYD Edisi Kelima yang baru diresmikan, serta membahas beberapa kaidah penulisan terbaru di dalamnya.

Poin penting

  • Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa meresmikan EYD Edisi 5 pada tanggal 16 Agustus 2022. 
  • Nama ejaan kembali menggunakan EYD dari sebelumnya PUEBI karena EYD lebih melekat dan familiar di telinga masyarakat Indonesia. 
  • Penetapan EYD Edisi 5 bertepatan dengan 50 tahun penetapan EYD sejak tanggal 16 Agustus 1972. 
  • Masyarakat dapat mengakses pedoman EYD terbaru secara daring melalui laman resmi ejaan.kemdikbud.go.id. 
  • Salah satu perubahan dalam EYD Edisi 5 adalah penambahan lambang bunyi ke dalam sistem ejaan, seperti pada kata "Geulis". 
  • Terdapat perubahan kaidah penulisan "Maha" yang mengacu pada nama atau sifat Tuhan, kini ditulis terpisah dan diawali huruf kapital, contohnya "Yang Maha Esa". 
  • Kaidah penulisan angka dalam teks juga berubah, di mana angka satu kata ditulis dengan huruf (misal: sepuluh) dan angka dua kata atau lebih ditulis dengan angka (misal: 12). 
  • Penulisan singkatan "kilometer" (KM) dibedakan: 'km' untuk ukuran (non-kapital) dan 'KM' untuk alamat (kapital). 
  • Kaidah-kaidah yang mengatur penulisan unsur serapan berupa imbuhan dipindahkan dari EYD ke Pedoman Umum Pembentukan Istilah (PUBI). 
EYD V BAGIAN 1

EYD V BAGIAN 1

Video ini menjelaskan tentang perubahan nama dari PUEBI kembali menjadi EYD, khususnya EYD Edisi Kelima yang baru diresmikan, serta membahas beberapa kaidah penulisan terbaru di dalamnya.

Poin penting

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa meresmikan EYD Edisi 5 pada tanggal 16 Agustus 2022.
Nama ejaan kembali menggunakan EYD dari sebelumnya PUEBI karena EYD lebih melekat dan familiar di telinga masyarakat Indonesia.
Penetapan EYD Edisi 5 bertepatan dengan 50 tahun penetapan EYD sejak tanggal 16 Agustus 1972.
Masyarakat dapat mengakses pedoman EYD terbaru secara daring melalui laman resmi ejaan.kemdikbud.go.id.
Salah satu perubahan dalam EYD Edisi 5 adalah penambahan lambang bunyi ke dalam sistem ejaan, seperti pada kata "Geulis".
Terdapat perubahan kaidah penulisan "Maha" yang mengacu pada nama atau sifat Tuhan, kini ditulis terpisah dan diawali huruf kapital, contohnya "Yang Maha Esa".
Kaidah penulisan angka dalam teks juga berubah, di mana angka satu kata ditulis dengan huruf (misal: sepuluh) dan angka dua kata atau lebih ditulis dengan angka (misal: 12).
Penulisan singkatan "kilometer" (KM) dibedakan: 'km' untuk ukuran (non-kapital) dan 'KM' untuk alamat (kapital).
Kaidah-kaidah yang mengatur penulisan unsur serapan berupa imbuhan dipindahkan dari EYD ke Pedoman Umum Pembentukan Istilah (PUBI).
Ringkas video apa pun — gratis
Summarizer.tube
Salin semua
Tautan
Bookmark

Ringkas video YouTube apa pun, gratis

Anda baru saja membaca ringkasan video ini. Tempel tautan YouTube lain dan dapatkan poin utama dengan tautan waktu dalam hitungan detik — tanpa daftar, 5 gratis per hari.

Sumber lainnya

Ringkasan lainnya

6 mnt

Kartun Inspirasi Wirausaha

Muhammad Ridwanid

Video ini menampilkan serangkaian reaksi vokal non-verbal dari seorang individu, menggambarkan perkembangan emosi atau pemikiran melalui suara-suara seperti kebingungan, realisasi, dan pengakuan tanpa

18 mnt

KONSEP KETUHANAN DALAM ISLAM

Pakde Bejoid

Video ini membahas konsep Ketuhanan dalam Islam, menjelaskan hakikat Tuhan berdasarkan Al-Quran, membandingkan perspektif Barat dan Islam tentang pengenalan Tuhan, serta menguraikan Tauhid sebagai kee

9 mnt

Sejarah Tingkatan 1 - Bab 1 | Nota Ringkas | KSSM

Neo Oneid

Video ini memperkenalkan pengertian sejarah dari pelbagai sudut pandang, menerangkan konsep masa dan ruang, jenis sumber serta kaedah penyelidikan sejarah, kepentingan tafsiran, dan mengapa mempelajar