Skip to content

Domain Psikomotorik || Taksonomi Dave || Tujuan Pembelajaran

By Pedagogia Academica

46 mnt video·id··81 views

Ini ringkasan yang dibuat AI dari “Domain Psikomotorik || Taksonomi Dave || Tujuan Pembelajaran” — video YouTube berdurasi 46 mnt dari Pedagogia Academica, diunggah 30 September 2026. Transkrip lengkap dipadatkan menjadi 10 poin utama dengan tautan waktu.

Ringkasan

Video ini membahas domain psikomotorik yang dikembangkan oleh Dev, menjelaskan lima level kemampuannya dari imitasi hingga naturalisasi, serta penerapannya dalam pembelajaran prakarya dan cara merumuskan indikator serta asesmennya.

Poin penting

  • Domain psikomotorik, yang dikembangkan oleh Dev, berfokus pada kemampuan fisik motorik yang mengkoordinasikan pengetahuan, persepsi, gerak tubuh, dan penggunaan alat atau bahan. 
  • Terdapat lima tingkatan dalam taksonomi psikomotorik Dev: Imitasi, Manipulasi, Presisi, Artikulasi, dan Naturalisasi, yang berkembang dari kemampuan terendah hingga tertinggi. 
  • Level Imitasi (P1) melibatkan peniruan langsung contoh yang diberikan oleh guru atau video, seperti meniru cara memotong atau melipat. 
  • Level Manipulasi (P2) adalah kemampuan melakukan keterampilan berdasarkan instruksi, prosedur, atau resep tanpa demonstrasi langsung dari guru. 
  • Level Presisi (P3) dicirikan oleh kemampuan melakukan keterampilan dengan tepat, akurat, dan terkontrol, seperti menimbang bahan atau mengukur takaran dengan benar. 
  • Level Artikulasi (P4) mengharuskan peserta didik mengintegrasikan beberapa keterampilan menjadi satu rangkaian tindakan yang terkoordinasi untuk menghasilkan suatu produk atau aktivitas. 
  • Level Naturalisasi (P5) adalah tingkat tertinggi di mana peserta didik mampu melakukan keterampilan secara lancar, efisien, konsisten, mandiri, dan minim kesalahan, seolah-olah otomatis. 
  • Dalam mata pelajaran prakarya, kelima level psikomotorik ini dapat diterapkan pada berbagai bidang seperti kerajinan, rekayasa, budidaya, dan pengolahan, dengan contoh konkret untuk setiap level. 
  • Penentuan level psikomotorik dalam tujuan pembelajaran tidak hanya berdasarkan kata kerja operasional, tetapi juga kompleksitas dan kualitas performa yang ditunjukkan siswa. 
  • Asesmen psikomotorik harus mencakup observasi unjuk kerja dan penilaian produk, dengan mempertimbangkan aspek proses (penggunaan alat, keselamatan, efisiensi) dan aspek produk (ketepatan, kerapihan, fungsi, estetika, kualitas). 
Domain Psikomotorik || Taksonomi Dave || Tujuan Pembelajaran

Domain Psikomotorik || Taksonomi Dave || Tujuan Pembelajaran

Video ini membahas domain psikomotorik yang dikembangkan oleh Dev, menjelaskan lima level kemampuannya dari imitasi hingga naturalisasi, serta penerapannya dalam pembelajaran prakarya dan cara merumuskan indikator serta asesmennya.

Poin penting

—Domain psikomotorik, yang dikembangkan oleh Dev, berfokus pada kemampuan fisik motorik yang mengkoordinasikan pengetahuan, persepsi, gerak tubuh, dan penggunaan alat atau bahan.
—Terdapat lima tingkatan dalam taksonomi psikomotorik Dev: Imitasi, Manipulasi, Presisi, Artikulasi, dan Naturalisasi, yang berkembang dari kemampuan terendah hingga tertinggi.
—Level Imitasi (P1) melibatkan peniruan langsung contoh yang diberikan oleh guru atau video, seperti meniru cara memotong atau melipat.
—Level Manipulasi (P2) adalah kemampuan melakukan keterampilan berdasarkan instruksi, prosedur, atau resep tanpa demonstrasi langsung dari guru.
—Level Presisi (P3) dicirikan oleh kemampuan melakukan keterampilan dengan tepat, akurat, dan terkontrol, seperti menimbang bahan atau mengukur takaran dengan benar.
—Level Artikulasi (P4) mengharuskan peserta didik mengintegrasikan beberapa keterampilan menjadi satu rangkaian tindakan yang terkoordinasi untuk menghasilkan suatu produk atau aktivitas.
—Level Naturalisasi (P5) adalah tingkat tertinggi di mana peserta didik mampu melakukan keterampilan secara lancar, efisien, konsisten, mandiri, dan minim kesalahan, seolah-olah otomatis.
—Dalam mata pelajaran prakarya, kelima level psikomotorik ini dapat diterapkan pada berbagai bidang seperti kerajinan, rekayasa, budidaya, dan pengolahan, dengan contoh konkret untuk setiap level.
—Penentuan level psikomotorik dalam tujuan pembelajaran tidak hanya berdasarkan kata kerja operasional, tetapi juga kompleksitas dan kualitas performa yang ditunjukkan siswa.
—Asesmen psikomotorik harus mencakup observasi unjuk kerja dan penilaian produk, dengan mempertimbangkan aspek proses (penggunaan alat, keselamatan, efisiensi) dan aspek produk (ketepatan, kerapihan, fungsi, estetika, kualitas).
Ringkas video apa pun — gratis
Summarizer.tube
Salin semua
Tautan
Bookmark

Ringkas video YouTube apa pun, gratis

Anda baru saja membaca ringkasan video ini. Tempel tautan YouTube lain dan dapatkan poin utama dengan tautan waktu dalam hitungan detik — tanpa daftar, 5 gratis per hari.

Sumber lainnya

Ringkasan lainnya

3 jam 37 mnt

Film Pengkhianatan G 30 S PKI (Full Movie)

KelasKu Channelid

Video ini mendokumentasikan peristiwa Gerakan 30 September 1965 di Indonesia, menyoroti latar belakang, perencanaan, pelaksanaan, dan dampaknya terhadap pimpinan Angkatan Darat dan negara.

19 mnt

Materi Demokrasi Liberal

Idsejarahid

Demokrasi liberal di Indonesia (1950-1959) ditandai oleh ketidakstabilan politik akibat seringnya pergantian kabinet, penyelenggaraan pemilu pertama, serta tantangan ekonomi yang diwarisi dari masa ko