Skip to content

Pengukuran Gross Tonase Kapal Penangkap Ikan di Indonesia

By Pringgo putra

34 mnt video·id··109 views

Ini ringkasan yang dibuat AI dari “Pengukuran Gross Tonase Kapal Penangkap Ikan di Indonesia” — video YouTube berdurasi 34 mnt dari Pringgo putra, diunggah 17 Oktober 2021. Transkrip lengkap dipadatkan menjadi 10 poin utama dengan tautan waktu.

Ringkasan

Video menjelaskan konsep gross tonnage (GT) sebagai ukuran kotor kapal, sejarah, rumus internasional, serta penerapannya dalam regulasi Indonesia.

Poin penting

  • Gross tonnage (GT) adalah ukuran keseluruhan volume ruang tertutup kapal, tidak berbasis panjang atau lebar, dan bersifat dimensionless. 
  • GT digunakan untuk memperkirakan biaya pembangunan, muatan, perbaikan, biaya tambat, dan retribusi pelabuhan. 
  • Penggunaan GT penting untuk perizinan, penetapan batas masuk pelabuhan, serta perencanaan biaya operasional dan perbaikan kapal. 
  • Sistem pengukuran pertama kali dikembangkan di Inggris pada abad ke-19 (metode Moorsom) dan kemudian diadopsi oleh banyak negara kolonial. 
  • Pada 1969, konvensi internasional (TMS) menetapkan standar pengukuran GT secara universal, menggantikan istilah gross register tonnage (GRT) dengan GT. 
  • Rumus internasional GT adalah K1 × V, dengan K1 = 0,2 + 0,02·log10(V) dan V adalah volume ruang tertutup dalam meter kubik. 
  • Di Indonesia, pengukuran GT diadopsi melalui Keppres No. 50/1995 dan peraturan Dirjen Perhubungan Laut, dengan perbedaan antara kapal ≥24 m (menggunakan rumus internasional) dan <24 m (menggunakan koefisien 0,35 atau 0,25). 
  • Contoh perhitungan GT melibatkan mengalikan panjang, lebar, tinggi ruang tertutup, faktor bentuk, dan koefisien yang relevan sesuai regulasi yang berlaku. 
  • Faktor bentuk (C_B) menyesuaikan volume ruang di bawah dek tergantung pada bentuk badan kapal, misalnya 0,85 untuk kapal tongkang kotak, 0,70 untuk kapal dengan penampang hampir penuh, dan 0,5 untuk kapal layar. 
  • Perubahan regulasi tahun 2002 menurunkan koefisien konversi dari 0,35 menjadi 0,25 untuk kapal kecil, sementara peraturan 2005 memungkinkan kapal <24 m memilih antara pengukuran internasional atau domestik. 
Pengukuran Gross Tonase Kapal Penangkap Ikan di Indonesia

Pengukuran Gross Tonase Kapal Penangkap Ikan di Indonesia

Video menjelaskan konsep gross tonnage (GT) sebagai ukuran kotor kapal, sejarah, rumus internasional, serta penerapannya dalam regulasi Indonesia.

Poin penting

—Gross tonnage (GT) adalah ukuran keseluruhan volume ruang tertutup kapal, tidak berbasis panjang atau lebar, dan bersifat dimensionless.
—GT digunakan untuk memperkirakan biaya pembangunan, muatan, perbaikan, biaya tambat, dan retribusi pelabuhan.
—Penggunaan GT penting untuk perizinan, penetapan batas masuk pelabuhan, serta perencanaan biaya operasional dan perbaikan kapal.
—Sistem pengukuran pertama kali dikembangkan di Inggris pada abad ke-19 (metode Moorsom) dan kemudian diadopsi oleh banyak negara kolonial.
—Pada 1969, konvensi internasional (TMS) menetapkan standar pengukuran GT secara universal, menggantikan istilah gross register tonnage (GRT) dengan GT.
—Rumus internasional GT adalah K1 × V, dengan K1 = 0,2 + 0,02·log10(V) dan V adalah volume ruang tertutup dalam meter kubik.
—Di Indonesia, pengukuran GT diadopsi melalui Keppres No. 50/1995 dan peraturan Dirjen Perhubungan Laut, dengan perbedaan antara kapal ≥24 m (menggunakan rumus internasional) dan <24 m (menggunakan koefisien 0,35 atau 0,25).
—Contoh perhitungan GT melibatkan mengalikan panjang, lebar, tinggi ruang tertutup, faktor bentuk, dan koefisien yang relevan sesuai regulasi yang berlaku.
—Faktor bentuk (C_B) menyesuaikan volume ruang di bawah dek tergantung pada bentuk badan kapal, misalnya 0,85 untuk kapal tongkang kotak, 0,70 untuk kapal dengan penampang hampir penuh, dan 0,5 untuk kapal layar.
—Perubahan regulasi tahun 2002 menurunkan koefisien konversi dari 0,35 menjadi 0,25 untuk kapal kecil, sementara peraturan 2005 memungkinkan kapal <24 m memilih antara pengukuran internasional atau domestik.
Ringkas video apa pun — gratis
Summarizer.tube
Salin semua
Tautan
Bookmark

Ringkas video YouTube apa pun, gratis

Anda baru saja membaca ringkasan video ini. Tempel tautan YouTube lain dan dapatkan poin utama dengan tautan waktu dalam hitungan detik — tanpa daftar, 5 gratis per hari.

Sumber lainnya

Ringkasan lainnya

17 mnt

Efektivitas Motivasi Kerja Karyawan

Zaleha Trihandayaniid

Video menjelaskan pentingnya motivasi kerja bagi karyawan dan bagaimana motivasi material serta non‑material dapat meningkatkan rekrutmen, kesejahteraan, loyalitas, disiplin, kepuasan, dedikasi, inova

19 mnt

Circular Flow Diagram

dewi noor saniid

Video menjelaskan konsep diagram aliran sirkular ekonomi dengan empat sektor serta peran masing-masing pelaku ekonomi dalam aliran barang, jasa, dan uang.

4 mnt

Tugas vidio berita b Indonesia kelompok 1

Geomatif🧭neid

Banjir melanda Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, merendam 160 rumah dan berdampak pada empat desa, meskipun tidak ada korban jiwa, warga masih membutuhkan bantuan logistik