Skip to content

CSL FK Neuro Pemeriksaan Refleks Fisiologis dan Patologis

By Fakultas Kedokteran Unila Official

9 mnt video·id··119490 views

Ini ringkasan yang dibuat AI dari CSL FK Neuro Pemeriksaan Refleks Fisiologis dan Patologis — video YouTube berdurasi 9 mnt dari Fakultas Kedokteran Unila Official, diunggah 23 April 2021. Transkrip lengkap dipadatkan menjadi 8 poin utama dengan tautan waktu.

Ringkasan

Video ini menjelaskan secara rinci prosedur pemeriksaan refleks fisiologis (biseps, triseps, patella, achilles) dan refleks patologis (Hoffman, Tromner, plantar) beserta interpretasi hasilnya.

Poin penting

  • Video ini memperkenalkan pemeriksaan refleks fisiologis dan refleks patologis yang penting dalam neurologi, diawali dengan posisi pasien dan teknik pemukulan tendo yang spesifik. 
  • Pemeriksaan refleks fisiologis meliputi refleks biseps, triseps, patella, dan achilles, dengan respons utama berupa kontraksi otot atau ekstensi tungkai. 
  • Refleks patella dan achilles dapat diperiksa dalam posisi duduk atau berbaring, dengan teknik peregangan tendo yang disesuaikan untuk mendapatkan respons yang akurat. 
  • Interpretasi refleks fisiologis menggunakan skala 0 hingga +4, di mana +2 menunjukkan refleks normal, sementara +1 menunjukkan lemah dan +3/+4 menunjukkan peningkatan atau hiperaktif. 
  • Pemeriksaan refleks patologis tangan mencakup refleks Hoffman dan Tromner, yang menunjukkan fleksi jari-jari sebagai respons abnormal. 
  • Pemeriksaan refleks patologis kaki, atau refleks plantar, meliputi Babinski, Chaddock, Gordon, Gonda, Schaefer, dan Oppenheim, dengan teknik goresan atau penekanan yang berbeda pada area kaki. 
  • Kehadiran refleks patologis positif mengindikasikan adanya lesi upper motor neuron, yang memiliki makna penting dalam diagnosis neurologis. 
  • Refleks patologis plantar positif, seperti Babinski, ditandai dengan dorsofleksi ibu jari dan mekarnya (fanning) keempat jari lainnya. 
CSL FK Neuro Pemeriksaan Refleks Fisiologis dan Patologis

CSL FK Neuro Pemeriksaan Refleks Fisiologis dan Patologis

Video ini menjelaskan secara rinci prosedur pemeriksaan refleks fisiologis (biseps, triseps, patella, achilles) dan refleks patologis (Hoffman, Tromner, plantar) beserta interpretasi hasilnya.

Poin penting

Video ini memperkenalkan pemeriksaan refleks fisiologis dan refleks patologis yang penting dalam neurologi, diawali dengan posisi pasien dan teknik pemukulan tendo yang spesifik.
Pemeriksaan refleks fisiologis meliputi refleks biseps, triseps, patella, dan achilles, dengan respons utama berupa kontraksi otot atau ekstensi tungkai.
Refleks patella dan achilles dapat diperiksa dalam posisi duduk atau berbaring, dengan teknik peregangan tendo yang disesuaikan untuk mendapatkan respons yang akurat.
Interpretasi refleks fisiologis menggunakan skala 0 hingga +4, di mana +2 menunjukkan refleks normal, sementara +1 menunjukkan lemah dan +3/+4 menunjukkan peningkatan atau hiperaktif.
Pemeriksaan refleks patologis tangan mencakup refleks Hoffman dan Tromner, yang menunjukkan fleksi jari-jari sebagai respons abnormal.
Pemeriksaan refleks patologis kaki, atau refleks plantar, meliputi Babinski, Chaddock, Gordon, Gonda, Schaefer, dan Oppenheim, dengan teknik goresan atau penekanan yang berbeda pada area kaki.
Kehadiran refleks patologis positif mengindikasikan adanya lesi upper motor neuron, yang memiliki makna penting dalam diagnosis neurologis.
Refleks patologis plantar positif, seperti Babinski, ditandai dengan dorsofleksi ibu jari dan mekarnya (fanning) keempat jari lainnya.
Ringkas video apa pun — gratis
Summarizer.tube
Salin semua
Tautan
Bookmark

Ringkas video YouTube apa pun, gratis

Anda baru saja membaca ringkasan video ini. Tempel tautan YouTube lain dan dapatkan poin utama dengan tautan waktu dalam hitungan detik — tanpa daftar, 5 gratis per hari.

Sumber lainnya

Ringkasan lainnya

20 mnt

Addressing My Most Hated Review

theneedledropid

Anthony Fantano membela ulasan negatifnya yang kontroversial tentang album "The Great Impersonator" milik Hollyy dengan mengklarifikasi bahwa kritiknya didasarkan pada kualitas musik (produksi, lirik,